𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗔𝗻𝗴𝗸𝗼𝘁 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗕𝗼𝗴𝗼𝗿 𝗗𝗲𝗺𝗼 𝗧𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝘁𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗨𝘀𝗶𝗮 𝗞𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻, 𝗪𝗮𝗹𝗶 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗔𝘂𝗱𝗶𝗲𝗻𝘀𝗶

Sumber Foto: Fachriza Trinanda

Lingkar Studi Pers, Bogor – Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar demonstrasi di halaman Balai Kota Bogor, Kamis (3/9/2026), menuntut audiensi dengan Wali Kota Bogor Dedie Rachim terkait kebijakan pembatasan usia kendaraan angkot.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 11 Tahun 2026 yang membatasi usia operasional angkot maksimal 20 tahun. Para sopir menilai kebijakan tersebut mengancam mata pencaharian mereka, menyusul penyitaan sejumlah unit angkot oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

Koordinator aksi, Deden, mengatakan pihaknya sudah menjalankan program reduksi kepemilikan kendaraan dari dua menjadi satu unit, namun penertiban dan penyitaan tetap berlangsung. "Yang jadi tuntutan sekarang adalah penghapusan atau perpanjangan masa reduksi itu, karena untuk kondisi ekonomi saat ini terlalu sulit untuk melakukan peremajaan kendaraan," katanya.

Ia menyebut sekitar 2.000 unit angkot dari seluruh trayek di Kota Bogor terdampak kebijakan ini. Deden juga menyoroti kondisi geografis sejumlah wilayah seperti Cimahpar dan Bantarkemang yang jalannya sempit, sehingga dinilai tidak cocok jika angkot digantikan armada bus. "Kalau diganti dengan bus, kami keberatan, biarkan beroperasi seperti biasa," ujarnya.

Deden menegaskan aksi digelar secara damai tanpa tindakan anarkis, dan menolak keras jika kendaraan milik para sopir dicoret-coret atau ditarik paksa dalam proses penertiban. "Kendaraan itu aset kami, milik kami sendiri, bukan subsidi dari pemerintah. Kalau dicoret-coret atau bannya diambil, itu sama saja dengan perampasan aset. Kami bukan kriminal, kami hanya sopir angkot," katanya.

Ia menambahkan, aksi ini bukan penolakan terhadap program pemerintah, melainkan permintaan agar kebijakan disertai solusi konkret, seperti keringanan kredit peremajaan kendaraan dari pihak perbankan. "Programnya bagus, supaya angkot lebih bersih dan Kota Bogor lebih nyaman. Tapi harus dibarengi dengan solusi," ujarnya.

Menanggapi aksi tersebut, Wali Kota Bogor beserta jajarannya membuka ruang dialog dengan mengadakan audiensi bersama perwakilan massa aksi di ruang Balai Kota.

Penulis: Fachryza Trinanda putra

Posting Komentar

0 Komentar