Lingkar Studi Pers, Bogor – Kawasan Sistem Satu Arah (SSA) di seputaran Kebun Raya Bogor masih menjadi ikon "Bogor Berlari" yang diminati masyarakat. Pada Jumat (10/7/2026), kawasan ini dipadati warga yang memanfaatkan ruang publik untuk berolahraga, terutama jogging, baik pada pagi maupun sore hari.
Rute lari di kawasan SSA dimulai dari Jalan Pajajaran menuju Tugu Kujang, kemudian memasuki Jalan Otto Iskandardinata (Otista), berlanjut ke Jalan Ir. H. Djuanda di depan Balaikota Bogor, berbelok ke Jalan Jalak Harupat, lalu kembali ke Jalan Pajajaran. Jalur yang mengelilingi Kebun Raya Bogor ini menawarkan suasana asri dengan pepohonan rindang sehingga menjadi salah satu lintasan favorit masyarakat untuk berolahraga.
Selain suasana yang nyaman, kawasan ini juga dilengkapi penanda kilometer di beberapa titik. Fasilitas tersebut membantu pelari, baik pemula maupun yang rutin berlatih, untuk mengukur jarak tempuh sekaligus memantau perkembangan latihan mereka.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memadati lintasan SSA, terutama pada sore hari. Sejumlah komunitas lari maupun masyarakat yang berolahraga secara mandiri turut meramaikan kawasan tersebut sehingga menciptakan suasana yang aktif dan saling memotivasi.
"Jogging di SSA Kebun Raya ini seru, apalagi kalau sore. Walaupun cukup rame sama kendaraan, tapi tetap enggak bikin bosen karena banyak juga yang lagi jogging. Jadi ikut termotivasi lihat orang-orang semangat olahraga. Memang juga ada beberapa titik yang harus lebih hati-hati, terutama di underpass arah Sempur, tapi sejauh ini masih nyaman dan jadi tempat favorit buat lari setiap minggu," ujar Salwa, salah seorang warga Bogor yang rutin berlari di kawasan SSA.
Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa kawasan SSA tidak hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas, tetapi juga sebagai ruang publik yang mendukung aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat. Keberadaan lintasan yang nyaman serta fasilitas penunjang menjadikan kawasan ini tetap mempertahankan identitasnya sebagai ikon "Bogor Berlari" di Kota Bogor.
Penulis: Siti Aulia Nur Zahraa


0 Komentar