𝗞𝗲𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗘𝗠 𝗙𝗔𝗣𝗘𝗥𝗧𝗔 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗦𝗼𝗿𝗼𝘁𝗮𝗻, 𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗗/𝗔𝗥𝗧



Lingkar Studi Pers, BogorKondisi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FAPERTA) yang dinilai tidak berjalan maksimal menjadi sorotan para ketua himpunan hingga mahasiswa angkatan 2025. Ketidakjelasan koordinasi organisasi tersebut dinilai berdampak pada jalannya program kerja himpunan di tingkat fakultas.

Abdan selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Perikanan (HIMARIDA) menyebut ketidakadaan BEM membuat himpunan kesulitan menjalankan program kerja yang berkaitan dengan kegiatan fakultas.

“Seharusnya BEM itu mendampingi para himpunan-himpunan. Sedangkan di hari ini ketidakadaan BEM membuat himpunan bingung untuk menjalankan program-program yang berkesinambungan dengan BEM,” ujar Abdan.

Sementara itu, Zulkifli selaku Ketua Himpunan Agribisnis mengaku tidak mengetahui secara jelas program kerja BEM selama masa kepengurusan berjalan hingga akhirnya proses laporan pertanggungjawaban (LPJ) dilakukan.

Kekecewaan para himpunan juga muncul karena proses LPJ tidak dilakukan kepada seluruh mahasiswa maupun perwakilan organisasi mahasiswa. Padahal, beberapa program kerja BEM dijalankan menggunakan kontribusi dana dari himpunan dan mahasiswa angkatan 2024.

“Kalau misalkan uang itu uang kami, ya kami wajib tahu transparan penggunaannya seperti apa,” ujar Saprudin selaku demisioner Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGROTEK) periode 2024–2025.

Selain itu, para ketua himpunan menilai pola regenerasi organisasi selama ini berjalan terburu-buru ketika mahasiswa tingkat akhir memasuki masa penelitian maupun persiapan kelulusan.

“Yang dikhawatirkan sekarang karena terburu-buru untuk pemilihan. Takutnya regenerasi seperti ini terulang lagi, tidak ada calon lalu tiba-tiba ditunjuk,” ujar Rayhan selaku Ketua Himpunan Peternakan.

Saprudin selaku demisioner HIMAGROTEK periode 2024–2025 menjelaskan bahwa proses pemilihan ketua BEM dengan sistem yang dibentuk oleh dekanat hanya terjadi pada periode kepengurusan BEM yang baru saja demisioner. Sementara pada periode sebelumnya, pemilihan ketua BEM tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Karena itu, empat himpunan mendorong perbaikan AD/ART agar pola regenerasi serupa tidak kembali terjadi pada periode selanjutnya dan mekanisme pemilihan dapat berjalan lebih jelas.

Keresahan juga datang dari mahasiswa angkatan 2025. Azriel mengaku belum merasakan keberadaan maupun peran BEM FAPERTA sejak awal masuk kuliah dan berharap organisasi kemahasiswaan di Fakultas Pertanian dapat lebih mengutamakan kepentingan mahasiswa.



Posting Komentar

0 Komentar