Kekosongan ini bermula setelah Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa sebelumnya meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya. Hal tersebut memicu banyak pertanyaan dari mahasiswa mengenai keberlanjutan BEM KM dan siapa yang akan bertanggung jawab atas organisasi tersebut.
Melalui Kongres sebelumnya, laporan pertanggungjawaban (LPJ) BEM KM telah dibahas dan diterima dengan syarat. Namun, masih ada beberapa tahapan yang belum selesai, seperti pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta penunjukan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) yang nantinya akan mengawasi jalannya BEM KM dan membentuk Pemira untuk pemilihan Presiden Mahasiswa baru (PRESMA).
Hisyam menjelaskan, keberadaan MPM sangat penting karena lembaga tersebut berperan sebagai pengawas BEM KM. Tanpa adanya MPM, proses pemilihan Presma baru tidak dapat berjalan secara maksimal.
"Jika kongres ini berhasil membentuk MPM, maka MPM-lah yang akan memfasilitasi pelaksanaan Pemira guna memilih Presiden Mahasiswa," ujarnya.
Namun, hingga kini Kongres II belum juga terlaksana. Menurut Hisyam, kendala utamanya berasal dari kesiapan internal panitia yang belum sepenuhnya matang. Beberapa anggota kepanitiaan, khususnya presidium merupakan mahasiswa tingkat akhir sehingga waktu mereka sering berbenturan dan sebagian akan segera lulus.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin memberikan tanggal pasti sebelum seluruh persiapan benar-benar siap agar tidak menimbulkan harapan palsu di kalangan mahasiswa.
Ia berharap Kongres II dapat segera terlaksana agar BEM KM kembali aktif dan mahasiswa memiliki wadah representatif di tingkat universitas. Hasil rapat internal terakhir menargetkan kongres akan dilaksanakan pada bulan Mei.
“Mudah-mudahan terlaksana di bulan Mei. Akan adanya BEM KM lagi saja sudah disyukuri, ada yang mau menggerakkan pun sudah bersyukur,” tutupnya.
Penulis: Khansa Khaira


0 Komentar