𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗗𝗷𝘂𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗞𝘂𝗸𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗳. 𝗦𝗶𝘁𝗶 𝗣𝘂𝗽𝘂 𝗙𝗮𝘂𝘇𝗶𝗮𝗵 𝗥𝗼𝗲𝘀𝘁𝗮𝗺𝘆 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿

Lingkar Studi Pers, Bogor — Universitas Djuanda menggelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Aula Gedung C Universitas Djuanda, Bogor. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar.

‎Prof. Siti Pupu Fauziah Roestamy dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang keilmuan Manajemen Bimbingan dan Konseling pada Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda. Pengukuhan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Djuanda dalam memperkuat kualitas akademik dan pengembangan keilmuan.

‎Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Siti Pupu Fauziah Roestamy menekankan pentingnya persatuan dan tanggung jawab intelektual dalam membangun masa depan bangsa. Ia menyampaikan bahwa semangat gemah ripah loh jinawi harus dimaknai sebagai ajakan untuk bergandengan tangan dan menyusun langkah bersama demi Indonesia yang lebih baik.

‎“Pengukuhan ini saya maknai bukan hanya sebagai puncak capaian akademik, melainkan sebagai titik tanggung jawab intelektual, moral, dan spiritual untuk terus menghadirkan ilmu yang membimbing manusia menuju kemuliaan akhlak dan kejernihan akal,” ujarnya.

‎Perwakilan keluarga, Fery, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian akademik tersebut. Ia menilai perjalanan Prof. Siti Pupu Fauziah Roestamy menuju gelar profesor merupakan hasil dari pengorbanan dan semangat yang luar biasa.

‎“kami sangat bersyukur dan bangga sekali atas pengorbanan dan semangatnya bisa menjadi seorang profesor, dan insyaallah semoga ilmunya berkah bagi keluarga dan bangsa Indonesia,” tuturnya.

‎Fery juga menambahkan bahwa Universitas Djuanda telah melahirkan banyak perempuan hebat, dan Prof. Siti Pupu Fauziah Roestamy merupakan salah satu di antaranya.

‎Sementara itu, H. Martin Roestamy selaku Chancellor Universitas Djuanda turut menyampaikan pandangannya mengenai tantangan pendidikan tinggi ke depan. Ia menilai Universitas Djuanda kini memasuki fase kedewasaan institusi yang menuntut kemandirian dan ketangguhan.

‎"Kini Universitas Djuanda sudah mulai menuju dewasa, harus mandiri dan kuat karena kedepannya akan semakin banyak tantangan dan persaingan. Ini menandakan betapa beratnya kita mencerdaskan kehidupan bangsa untuk membangun sumber daya manusia Indonesia khususnya di Bogor ini," ucapnya.

‎Sidang Senat Terbuka ini dipimpin langsung oleh H. Martin Roestamy selaku Ketua Majelis Guru Besar Universitas Djuanda, serta diketuai oleh Dede Kardaya selaku Ketua Senat Universitas Djuanda.

‎Kegiatan pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Ketua LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, Rektor Universitas Pakuan, Rektor IPB University, serta sejumlah tamu kehormatan lainnya.

Penulis : Fachryza

Posting Komentar

0 Komentar