𝗙𝗜𝗦𝗜𝗣 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗗𝗷𝘂𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗠𝗲𝗻𝘆𝘂𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗖𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗜𝗯𝘂 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗛𝗮𝗿𝗺𝗼𝗻𝗶𝗮 𝗔𝗿𝘁 𝗙𝗲𝘀𝘁 𝟮𝟬𝟮𝟲

Lingkar Studi Pers, Bogor — Program Studi Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Djuanda (Unida) gelar Harmonia Art Fest 2026 (20/01/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung C ini dihadiri siswa SMA/SMK/MA/sederajat sebagai upaya menumbuhkan literasi visual, kreativitas, serta kepekaan emosional generasi muda dalam memaknai peringatan Hari Ibu.

‎Sebanyak 67 siswa dari berbagai sekolah berpartisipasi dalam lomba poster tingkat nasional yang bertema “Harmony of Unspoken Feelings”. Tema ini merepresentasikan perasaan yang sering kali tidak terucap, khususnya cinta, pengorbanan, dan ketulusan seorang ibu. Melalui seni visual, peserta diajak mengekspresikan makna tersebut ke dalam karya yang komunikatif, estetis, dan reflektif.

‎Dekan Fisip Unida, Rita Rahmawati, membuka kegiatan secara resmi oleh Dekan FISIP Universitas Djuanda. Dalam sambutannya menegaskan, Harmonia Art Fest tidak sekadar menjadi festival seni, tetapi juga ruang pembelajaran kritis bagi pelajar.

‎“Melalui tema Harmony of Unspoken Feelings, FISIP Unida ingin mengajak siswa memahami emosi, makna, dan pesan yang tidak selalu terucap, tetapi sangat kuat dalam kehidupan, khususnya dalam relasi dengan ibu,” ujarnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Kepala Program Studi Sains Komunikasi FISIP Universitas Djuanda, Koesworo Setiawan, menekankan pentingnya pemahaman komunikasi visual di era digital.

‎“Melalui kegiatan ini, semoga kita semua memperoleh manfaat berupa ilmu, nilai, dan kepekaan dalam memahami komunikasi visual yang semakin kompleks di era digital,” ungkapnya.

‎Sementara itu, dosen Mata Kuliah Komunikasi Visual, Maria Fitriah menyampaikan, lomba poster ini memiliki nilai edukatif yang kuat dan berfungsi sebagai ruang refleksi.

‎“Peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum peran perempuan dalam keluarga maupun masyarakat. Tanpa cinta ibu, kita tidak akan bisa seperti ini. Media poster dapat memberikan pesan ekspresi dan gagasan-gagasan persuasif. Karya-karya inspiratif banyak tertuang dalam poster, termasuk pada lomba yang telah berlangsung,” tuturnya.

‎Ketua Pelaksana Harmonia Art Fest 2026, Dheya Pratami mengungkapkan, tema kegiatan lahir dari keinginan menghadirkan ruang ekspresi emosional yang jujur dan mendalam bagi generasi muda.

‎“Tema Harmony of Unspoken Feelings mengingatkan kita bahwa banyak perasaan kepada ibu yang tidak terucap, tetapi selalu terasa. Peringatan Hari Ibu bukan hanya seremoni, melainkan pengingat di setiap langkah kita selalu ada doa ibu yang mengiringi,” ungkapnya.

‎Sejalan dengan itu, rangkaian acara juga menghadirkan sesi seminar bersama CEO Candramarwa Digital, Syaeful Bahri. Diskusi berfokus pada literasi visual, algoritma media sosial, serta tantangan komunikasi visual di era kecerdasan buatan (AI).

‎“Banyak perasaan yang tidak terucap, tetapi dapat tergambar melalui visual. Literasi visual membantu kita membaca makna di balik gambar dan video, memahami konteks, tujuan, serta dampaknya. Di era algoritma dan AI, kreativitas tetap menjadi faktor utama keberhasilan komunikasi visual. Sekitar 50 persen efektivitas konten iklan ditentukan oleh kreativitas,” jelasnya.

‎Ia juga menekankan pentingnya kejelasan tujuan dalam setiap konten, baik untuk edukasi, peningkatan kesadaran publik awareness, maupun konversi, agar pesan dapat diterima secara efektif.

‎Salah satu peserta Harmonia Art Fest 2026, siswa SMAN 1 Citereup, Bunga Mutia Candra, mengaku menjadi lebih kritis terhadap konten digital berbasis AI.

‎“Saya sering menemukan konten AI di media sosial yang ternyata tidak semuanya benar. Dari kegiatan ini, saya belajar untuk lebih teliti dalam menilai informasi visual,” ungkapnya.

‎Sebagai puncak rangkaian acara, panitia mengumumkan pemenang lomba poster yang dinilai berdasarkan aspek estetika visual, kekuatan ide, strategi komunikasi, dan kreativitas penyampaian pesan. Dewan juri menetapkan para pemenang secara objektif dengan banyaknya poster yang bagus. 

‎Para pemenang di antaranya Juara 1 diraih oleh Farosya Izzati dari SMK SMAK Bogor, Juara 2 diraih oleh Lintang Kencana dari SMK Amaliah 1, dan Juara 3 berhasil diraih Avril Rezkya Amanda dari SMK Amaliah 1.

Selain tiga besar, dewan juri juga memberikan penghargaan kategori khusus. Best Visual Design diberikan kepada Bunga Mutia Candra dari SMAN 1 Citeureup, Best Idea diraih Syahrul Rizal dari SMK Amaliah 1, Best Communication Strategy diberikan kepada Pandu Putra Nurasih dari SMK Amaliah 1, dan Best Creativity dianugerahkan kepada Anita Pertiwi dari SMAN 1 Gunung Putri. Ada pun Kategori Favorit dimenangkan oleh Rahma Asri Nurazizah dari SMAN 1 Gunung Putri.

Harmonia Art Fest 2026 ditutup dengan suasana reflektif yang menegaskan kembali makna peringatan Hari Ibu sebagai momentum penghormatan terhadap cinta, pengorbanan, dan ketulusan seorang ibu. Melalui karya poster yang dipamerkan, peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan artistik, tetapi juga keberanian mengekspresikan perasaan yang kerap sulit diungkapkan dengan kata-kata


Penulis: Khalil Al Khairi & Balqis

Posting Komentar

0 Komentar