𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹, 𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗞𝗞𝗡 𝗙𝗶𝘀𝗶𝗽𝗸𝗼𝗺 𝗨𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗦𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘆𝘂𝗹𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹 𝗠𝗮𝗿𝗸𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴


Lingkar Studi Pers, Bogor (11/8) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) menjawab keresahan masyarakat mengenai pemasaran UMKM melalui Penyuluhan Digital Marketing di Aula Kantor Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Rabu (9/8/2023) pukul 10.00 – 12.00 WIB. 

Sasaran dari kegiatan ini yakni Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Jogjogan.  

Sebagai informasi, TP PKK Desa Jogjogan bersama tim mahasiswa dan dosen dari UNIDA Bogor, berhasil membuat inovasi cemilan tradisional yang berasal dari singkong dengan merk Jogjogan Chips dan menjadi juara dua dalam ajang Duta Inovasi Desa tahun 2022 tingkat kabupaten dan provinsi. 

Mengusung tema “Tingkatkan UMKM Melalui Pemanfaatan Digitalisasi”, Ketua Kelompok KKN, Muhammad Supriatno, menyebut kegiatan ini bertujuan untuk mengajak dan membantu para pelaku UMKM Desa Jogjogan, khusunya TP-PKK untuk memasarkan produknya melalui media digital.  

 “Pada dasarnya di zaman sekarang ini semua aktivitas manusia dengan mudah dibantu oleh media digital. Mulai dari sektor pendidikan hingga perekonomian. Untuk itu, kegiatan ini mengajak para ibu-ibu PKK agar memanfaatkan media digital sebagai media untuk memasarkan produk UMKM yang dimiliki supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya. 

Acep Muhammad Rusman, selaku Kepala Biro Humas UNIDA hadir sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya UMKM dalam perekonomian Indonesia. Untuk itu, tambah Acep, pemasaran UMKM perlu dibantu dengan pemanfaatan Digital karena waktu penggunaan internet setiap harinya meningkat. 

“Di era digital ini kenapa kita harus memasarkan produk melalui online karena jangkauan pasarnya lebih luas, pesaing UMKM yang sudah banyak beralih ke online dan peluang bisnis yang terbuka lebar, ditambah pelanggan yang lebih nyaman belanja online,” jelasnya.  

Tak kalah menarik, ia juga menjelaskan cara memulai berjualan di e-commerce  dan market place di media sosial. Dimulai dengan membuat akun pribadi hingga cara menggunakan tools pemasarannya. Selain itu, ia juga mengajak peserta untuk mempraktikannya.  

“Penjualan melalui online lebih efektif menggunakan media sosial dan e-commerce dari pada menggunakan website karena website hanya cocok digunakan bila produk yang kita pasarkan sudah memiliki nama yang besar,” ucapnya.  

Tuai tanggapan positif dari peserta. Nur Milah, selaku sekretaris PKK menyebut, ia dan pihaknya merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini lantaran sebelumnya tidak ada inisiatif memasarkan produk PKK melalui digital. 

“Tentunya acara ini positif banget, ya. Kenapa kemarin ibu-ibu PKK masih memasarkannya secara manual karena tidak tau caranya dan belum pernah mendapat bimbingan. Lewat acara ini, kita akan coba memasarkan produk yang ada di Desa ini melalui digital seperti yang sudah dibahas tadi,” pungkasnya.


(Zulfa)


Posting Komentar

0 Komentar