𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗕𝘂𝗸𝘂 𝗟𝗮𝗴𝗶 𝗦𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗟𝗮𝗺𝗮 ‘𝗕𝘂𝘁𝗮 𝗕𝘂𝗸𝘂’

 

Lingkar Studi Pers, Bogor - Di tengah derasnya arus konten cepat dari media sosial, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda yang sempat mengaku “jauh dari buku” kini perlahan kembali membuka lembar demi lembar bacaan.

Adalah Fairuz Husna Lana, mahasiswa semester empat yang dulu lebih sering menghabiskan waktu dengan scrolling media sosial dibanding membaca buku. Ia mengakui, sejak memasuki dunia perkuliahan, kebiasaan membaca yang sempat ia bangun di bangku sekolah perlahan memudar.

“Dulu pas SMA masih suka baca novel. Tapi pas kuliah, rasanya capek, terus lebih sering main HP. Lama-lama jadi jarang banget pegang buku,” ungkapnya.

Perubahan itu mulai terasa ketika Fairuz mengikuti sebuah diskusi kecil di komunitas kampus. Di ruang sederhana itu, ia bertemu dengan teman-teman yang masih aktif membaca dan mendiskusikan berbagai buku, mulai dari fiksi hingga isu sosial.

Dari pertemuan tersebut, Fairuz perlahan mencoba kembali membaca. Ia memulainya dari langkah kecilhanya beberapa halaman setiap hari. Buku-buku ringan pun menjadi pilihannya agar proses itu tidak terasa membebani.

“Awalnya berat banget. Tapi lama-lama malah ketagihan lagi. Ternyata enak juga bisa fokus baca tanpa distraksi,” katanya sambil tersenyum.

Kini, membaca mulai kembali menjadi bagian dari kesehariannya, meskipun belum seintens dulu. Bagi Fairuz, membaca bukan lagi sekadar tuntutan akademik, melainkan cara untuk memahami diri sekaligus melihat dunia dengan sudut pandang yang lebih luas.

Fenomena seperti yang dialami Fairuz bukanlah hal yang jarang terjadi di kalangan mahasiswa. Di tengah budaya serba instan, kebiasaan membaca buku secara mendalam memang perlahan tergeser oleh konten singkat yang lebih cepat dan mudah dikonsumsi.

Namun, dari cerita-cerita sederhana seperti ini, tampak bahwa literasi tidak benar-benar hilang. Ia hanya sempat terabaikan dan menunggu ruang untuk kembali tumbuh.

Penulis: Muhamad deryl

Posting Komentar

0 Komentar